|
BAB AIR-AIR
|
|
|
Hadits No. 1
|
|
|
Dari
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda tentang (air) laut. "Laut itu airnya suci
dan mensucikan, bangkainya pun halal." Dikeluarkan oleh Imam Empat dan
Ibnu Syaibah. Lafadh hadits menurut riwayat Ibnu Syaibah dan dianggap shohih
oleh oleh Ibnu Khuzaimah dan Tirmidzi. Malik, Syafi'i dan Ahmad juga
meriwayatkannya.
|
|
|
Hadits No.
2
|
|
|
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya (hakekat) air
adalah suci dan mensucikan, tak ada sesuatu pun yang menajiskannya."
Dikeluarkan oleh Imam Tiga dan dinilai shahih oleh Ahmad.
|
|
|
Hadits No. 3
|
|
|
Dari Abu Umamah al-Bahily Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya air itu tidak ada
sesuatu pun yang dapat menajiskannya kecuali oleh sesuatu yang dapat merubah
bau, rasa atau warnanya." Dikeluarkan oleh Ibnu Majah dan dianggap lemah
oleh Ibnu Hatim.
|
|
|
Hadits No.
4
|
|
|
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Al-Baihaqi: "Air itu
suci dan mensucikan kecuali jika ia berubah baunya, rasanya atau warnanya
dengan suatu najis yang masuk di dalamnya."
|
|
|
Hadits No. 5
|
|
|
Dari Abdullah Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika banyaknya air telah
mencapai dua kullah maka ia tidak mengandung kotoran." Dalam suatu
lafadz hadits: "Tidak najis". Dikeluarkan oleh Imam Empat dan
dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah, Hakim, dan Ibnu Hibban.
|
|
|
Hadits No.
6
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah seseorang di antara
kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan
junub." Dikeluarkan oleh Muslim.
|
|
|
Hadits No. 7
|
|
|
Menurut Riwayat Imam Bukhari: "Janganlah sekali-kali
seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir
kemudian dia mandi di dalamnya."
|
|
|
Hadits No.
8
|
|
|
Menurut riwayat Muslim dan Abu Dawud: "Dan janganlah
seseorang mandi junub di dalamnya."
|
|
|
Hadits No. 9
|
|
|
Seorang laki-laki yang bersahabat dengan Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang
perempuan mandi dari sisa air laki-laki atau laki-laki dari sisa air
perempuan, namun hendaklah keduanya menyiduk (mengambil) air bersama-sama.
Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i, dan sanadnya benar.
|
|
|
Hadits No. 10
|
|
|
Dari Ibnu Abbas r.a: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
pernah mandi dari air sisa Maimunah r.a. Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
|
|
|
Hadits No. 11
|
|
|
Menurut para pengarang kitab Sunan: Sebagian istri Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mandi dalam satu tempat air, lalu Nabi datang
hendak mandi dengan air itu, maka berkatalah istrinya: Sesungguhnya aku
sedang junub. Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda:
"Sesungguhnya air itu tidak menjadi junub." Hadits shahih menurut
Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 12
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sucinya tempat air seseorang
diantara kamu jika dijilat anjing ialah dengan dicuci tujuh kali, yang
pertamanya dicampur dengan debu tanah." Dikeluarkan oleh Muslim. Dalam
riwayat lain disebutkan: "Hendaklah ia membuang air itu." Menurut
riwayat Tirmidzi: "Yang terakhir atau yang pertama (dicampur dengan debu
tanah).
|
|
|
Hadits No. 13
|
|
|
Dari Abu Qotadah Radliyallaahu 'anhu Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda perihal kucing -bahwa kucing itu tidaklah najis,
ia adalah termasuk hewan berkeliaran di sekitarmu. Diriwayatkan oleh Imam
Empat dan dianggap shahih oleh Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 14
|
|
|
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: "Seseorang
Badui datang kemudian kencing di suatu sudut masjid, maka orang-orang
menghardiknya, lalu Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mereka.
Ketika ia telah selesai kencing, Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruh
untuk diambilkan setimba air lalu disiramkan di atas bekas kencing itu."
Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 15
|
|
|
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Dihalalkan bagi kita dua macam bangkai dan
dua macam darah. Dua macam bangkai itu adalah belalang dan ikan, sedangkan
dua macam darah adalah hati dan jantung." Diriwayatkan oleh Ahmad dan
Ibnu Majah, dan di dalam sanadnya ada kelemahan.
|
|
|
Hadits No. 16
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila ada lalat jatuh ke
dalam minuman seseorang di antara kamu maka benamkanlah lalat itu kemudian
keluarkanlah, sebab ada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap
lainnya ada obat penawar." Dikeluarkan oleh Bukhari dan Abu Dawud dengan
tambahan: "Dan hendaknya ia waspada dengan sayap yang ada penyakitnya."
|
|
|
Hadits No. 17
|
|
|
Dari Abu Waqid Al-Laitsi Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Anggota yang terputus dari
binatang yang masih hidup adalah termasuk bangkai." Dikeluarkan oleh Abu
Dawud dan Tirmidzi dan beliau menyatakannya shahih. Lafadz hadits ini menurut
Tirmidzi.
|
|
|
BAB BEJANA-BEJANA
|
|
|
Hadits No. 18
|
|
|
Dari Hudzaifah Ibnu Al-Yamani Radliyallaahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Janganlah kamu minum dengan
bejana yang terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan dengan
piring yang terbuat dari keduanya, karena barang-barang itu untuk mereka di
dunia sedang untukmu di akhirat. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 19
|
|
|
Dari Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Orang yang minum dengan bejana dari
perak sungguh ia hanyalah memasukkan api jahannam ke dalam perutnya. Muttafaq
Alaih.
|
|
|
Hadits No. 20
|
|
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Jika kulit binatang telah disamak
maka ia menjadi suci. Diriwayatkan oleh Muslim.
|
|
|
Hadits No. 21
|
|
|
Menurut riwayat Imam Empat: Kulit binatang apapun yang telah
disamak (ia menjadi suci).
|
|
|
Hadits No. 22
|
|
|
Dari Salamah Ibnu al-Muhabbiq Radliyallaahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Menyamak kulit bangkai
adalah mensucikannya. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.
|
|
|
Hadits No. 23
|
|
|
Maimunah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melewati seekor kambing yang sedang diseret
orang-orang. Beliau bersabda: Alangkah baiknya jika engkau mengambil
kulitnya. Mereka berkata: Ia benar-benar telah mati. Beliau bersabda: Ia
dapat disucikan dengan air dan daun salam. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan
Nasa'i.
|
|
|
Hadits No. 24
|
|
|
Dari Abu Tsa'labah al-Khusny berkata: Saya bertanya, wahai
Rasulullah, kami tinggal di daerah Ahlul Kitab, bolehkah kami makan dengan
bejana mereka? Beliau menjawab: Janganlah engkau makan dengan bejana mereka
kecuali jika engkau tidak mendapatkan yang lain. Oleh karena itu bersihkanlah
dahulu dan makanlah dengan bejana tersebut. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 25
|
|
|
Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan para sahabatnya berwudlu di mazadah
(tempat air yang terbuat dari kulit binatang) milik seorang perempuan
musyrik. Muttafaq Alaihi dalam hadits yang panjang.
|
|
|
Hadits No. 26
|
|
|
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa bejana Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam retak, lalu beliau menambal tempat yang retak
itu dengan pengikat dari perak. Diriwayatkan oleh Bukhari.
|
|
|
BAB
NAJIS DAN CARA MENGHILANGKANNYA
|
|
|
Hadits No. 27
|
|
|
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah ditanya tentang khamar (minuman
memabukkan) yang dijadikan cuka. Beliau bersabda: "Tidak boleh."
Riwayat Muslim dan Tirmidzi. Menurut Tirmidzi hadits ini hasan dan shahih.
|
|
|
Hadits No. 28
|
|
|
Darinya (Anas Ibnu Malik r.a), dia berkata: "Ketika hari
perang Khaibar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memerintahkan Abu
Thalhah, kemudian beliau berseru: "Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya
melarang engkau sekalian memakan daging keledai negeri (bukan yang liar) karena
ia kotor." Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 29
|
|
|
Dari Amru Ibnu Khorijah Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi saw
berkhotbah pada waktu kami di Mina sedang beliau di atas binatang
kendaraannya, dan air liur binatang tersebut mengalir di atas pundakku.
Dikeluarkan oleh Ahmad dan Tirmidzi, dan dinilainya hadits shahih.
|
|
|
Hadits No. 30
|
|
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam pernah mencuci pakaian bekas kami, lalu keluar untuk
menunaikan shalat dengan pakaian tersebut, dan saya masih melihat bekas
cucian itu. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 31
|
|
|
Dalam Hadits riwayat Muslim: Aku benar-benar pernah menggosoknya
(bekas mani) dari pakaian Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam, kemudian
beliau sholat dengan pakaian tersebut.
|
|
|
Hadits No. 32
|
|
|
Dalam Lafadz lain hadits riwayat Muslim: Aku benar-benar pernah
mengerik mani kering dengan kukuku dari pakaian beliau.
|
|
|
Hadits No. 33
|
|
|
Dari Abu Samah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Bekas air kencing bayi perempuan harus
dicuci dan bekas air kencing bayi laki-laki cukup diperciki dengan air."
Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Oleh Hakim hadits ini dinilai shahih.
|
|
|
Hadits No. 34
|
|
|
Dari Asma binti Abu Bakar Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang darah haid yang mengenai
pakaian: "Engkau kikis, engkau gosok dengan air lalu siramlah, baru
kemudian engkau boleh sholat dengan pakaian itu." Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 35
|
|
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Khaulah bertanya,
wahai Rasulullah, meskipun darah itu tidak hilang? Beliau menjawab:
"Engkau cukup membersihkannya dengan air dan bekasnya tidak mengapa
bagimu." Dikeluarkan oleh Tirmidzi dengan sanad yang lemah.
|
|
|
BAB
WUDLU
|
|
|
Hadits No. 36
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu dari Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bahwa beliau bersabda: "Seandainya tidak
memberatkan atas umatku niscaya aku perintahkan mereka bersiwak (menggosok
gigi dengan kayu aurok) pada setiap kali wudlu." Dikeluarkan oleh Malik
Ahmad dan Nasa'i. Oleh Ibnu Khuzaimah dinilai sebagai hadits shahih sedang
Bukhari menganggapnya sebagai hadits muallaq.
|
|
|
Hadits No. 37
|
|
|
Dari Humran bahwa Utsman meminta air wudlu. Ia membasuh kedua
telapak tangannya tiga kali lalu berkumur dan menghisap air dengan hidung dan
menghembuskannya keluar kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh
tangan kanannya hingga siku-siku tiga kali dan tangan kirinya pun begitu
pula. Kemudian mengusap kepalanya lalu membasuh kaki kanannya hingga kedua
mata kaki tiga kali dan kaki kirinya pun begitu pula. Kemudian ia berkata:
Saya melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu seperti
wudlu-ku ini. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 38
|
|
|
Dari Ali Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dia berkata: Beliau mengusap kepalanya satu
kali. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Tirmidzi dan Nasa'i juga meriwayatkannya
dengan sanad yang shahih bahkan Tirmidzi menyatakan bahwa ini adalah hadits
yang paling shahih pada bab tersebut.
|
|
|
Hadits No. 39
|
|
|
Dari Abdullah Ibnu Zain Ibnu Ashim Radliyallaahu 'anhu tentang
cara berwudlu dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap
kepalanya dengan kedua tangannya dari muka ke belakang dan dari belakang ke
muka. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 40
|
|
|
Lafadz lain dalam riwayat Bukhari - Muslim disebutkan: Beliau
mulai dari bagian depan kepalanya sehingga mengusapkan kedua tangannya sampai
pada tengkuknya lalu mengembalikan kedua tangannya ke bagian semula.
|
|
|
Hadits No. 41
|
|
|
Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu 'anhu tentang cara berwudlu
ia berkata: Kemudian beliau mengusap kepalanya dan memasukkan kedua jari
telunjuknya ke dalam kedua telinganya dan mengusap bagian luar kedua
telinganya dengan ibu jarinya. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i. Ibnu
Khuzaimah menggolongkannya hadits shahih.
|
|
|
Hadits No. 42
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara
kamu bangun dari tidur maka hendaklah ia menghisap air ke dalam hidungnya
tiga kali dan menghembuskannya keluar karena setan tidur di dalam rongga
hidung itu." Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 43
|
|
|
Dari dia pula: "Apabila seseorang di antara kamu bangun
dari tidurnya maka janganlah ia langsung memasukkan tangannya ke dalam tempat
air sebelum mencucinya tiga kali terlebih dahulu sebab ia tidak mengetahui
apa yang telah dikerjakan oleh tangannya pada waktu malam." Muttafaq Alaihi
dan lafadznya menurut riwayat Muslim.
|
|
|
Hadits No. 44
|
|
|
Laqith Ibnu Shabirah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sempurnakanlah
dalam berwudlu usaplah sela-sela jari dan isaplah air ke dalam hidung
dalam-dalam kecuali jika engkau sedang berpuasa." Riwayat Imam Empat dan
hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 45
|
|
|
Menurut riwayat Abu Dawud: "Jika engkau berwudlu
berkumurlah."
|
|
|
Hadits No. 46
|
|
|
Dari Utsman Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam menyela-nyelai jenggotnya dalam berwudlu. Dikeluarkan oleh
Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 47
|
|
|
Abdullah ibnu Zaid berkata: Bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam pernah diberi air sebanyak dua pertiga mud lalu beliau gunakan untuk
menggosok kedua tangannya. Dikeluarkan oleh Ahmad dan dinilai shahih oleh
Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 48
|
|
|
Dari dia pula: bahwa dia pernah melihat Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam mengambil air untuk mengusap kedua telinganya selain air
yang beliau ambil untuk mengusap kepalanya. Dikeluarkan oleh Baihaqi. Menurut
riwayat Muslim disebutkan: Beliau mengusap kepalanya dengan air yang bukan
sisa dari yang digunakan untuk mengusap kedua tangannya. Inilah yang mahfudh.
|
|
|
Hadits No. 49
|
|
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya umatku
akan datang pada hari kiamat dalam keadaan wajah dan tangan yang berkilauan
dari bekas wudlu. Maka barangsiapa di antara kamu yang dapat memperpanjang
kilauannya hendaklah ia mengerjakannya. Muttafaq Alaihi menurut riwayat
Muslim.
|
|
|
Hadits No. 50
|
|
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam suka mendahulukan yang kanan dalam bersandal menyisir
rambut bersuci dan dalam segala hal. Muttafaq Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 51
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu sekalian berwudlu
maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang kanan." Dikeluarkan
oleh Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
|
Hadits No. 52
|
|
|
Dari Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap ubun-ubunnya
bagian atas sorbannya dan kedua sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim.
|
|
|
Hadits No. 53
|
|
|
Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu 'anhu tentang cara haji
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
bersabda: "Mulailah dengan apa yang telah dimulai oleh Allah."
Diriwayatkan oleh Nasa'i dengan kalimat perintah sedang Muslim meriwayatkannya
dengan kalimat berita.
|
|
|
Hadits No. 54
|
|
|
Dia berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika berwudlu
mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan
sanad yang lemah.
|
|
|
Hadits No. 55
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tidaklah sah wudlu seseorang
yang tidak menyebut nama Allah." Diriwayatkan oleh Ahmad Abu Dawud dan
Ibnu Majah dengan sanad yang lemah.
|
|
|
Hadits No. 56
|
|
|
Dalam hadits serupa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Said
Ibnu Zaid dan Abu Said Ahmad berkata: Tidak dapat ditetapkan suatu hukum
apapun berdasarkan hadits itu.
|
|
|
Hadits No. 57
|
|
|
Dari Thalhah Ibnu Musharrif dari ayahnya dari kakeknya dia
berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam memisahkan
antara berkumur dan hirup air melalui hidung. Riwayat Abu Dawud dengan sanad
yang lemah.
|
|
|
Hadits No. 58
|
|
|
Dari Ali Radliyallaahu 'anhu tentang cara wudlu: Kemudian
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam berkumur dan menghisap air melalui
hidung dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air. Dikeluarkan
oleh Abu Dawud dan Nasa'i.
|
|
|
Hadits No. 59
|
|
|
Dari Abdullah Ibnu Zaid Radliyallaahu 'anhu tentang cara
berwudlu: Kemudian beliau memasukkan tangannya lalu berkumur dan menghisap
air melalui hidung satu tangan. Beliau melakukannya tiga kali. Muttafaq
Alaihi.
|
|
|
Hadits No. 60
|
|
|
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam melihat seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada bagian sebesar
kuku yang belum terkena air maka beliau bersabda: "Kembalilah lalu
sempurnakan wudlumu." Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i.
|
|
|
Hadits No. 61
|
|
|
Dari Anas r.a dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sho' hingga lima
mud air. Muttafaq Alaihi
|
|
|
Hadits No. 62
|
|
|
Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Tiada seorang pun di antara kamu yang
berwudlu dengan sempurna kemudian berdo'a: Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan
selain Allah Yang Esa tiada sekutu bagiNya dan aku bersaksi bahwa Muhammad
itu hambaNya dan utusanNya-kecuali telah dibukakan baginya pintu syurga yang
delapan ia dapat masuk melalui pintu manapun yang ia kehendaki."
Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi dengan tambahan (doa): "Ya Allah
jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku pula
termasuk orang-orang yang selalu mensucikan diri."
|
|
|
BAB
MENGUSAP DUA KHUFF (SEPATU)
|
|
|
Hadits No 63
|
|
|
Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku pernah
bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam ketika beliau berwudlu aku
membungkuk untuk melepas kedua sepatunya lalu beliau bersabda: Biarkanlah
keduanya sebab aku dalam keadaan suci ketika aku mengenakannya Kemudian
beliau mengusap bagian atas keduanya Muttafaq Alaihi
|
|
|
Hadits No 64
|
|
|
Menurut riwayat Imam Empat kecuali Nasa'i: bahwa Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengusap sepatu bagian atas dan bawahnya Dalam
sanad hadits ini ada kelemahan
|
|
|
Hadits No 65
|
|
|
Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Jikalau agama itu cukup dengan
pikiran maka bagian bawah sepatu lebih utama untuk diusap daripada bagian
atas Aku benar-benar melihat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
mengusap punggung kedua sepatunya Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad
yang baik
|
|
|
Hadits No 66
|
|
|
Shafwan Ibnu Assal berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam
pernah menyuruh kami jika kami sedang bepergian untuk tidak melepas sepatu
kami selama tiga hari tiga malam lantaran buang air besar kencing dan tidur
kecuali karena jinabat Dikeluarkan oleh Nasa'i Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah
Lafadz menurut Tirmidzi Hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah
|
|
|
Hadits No 67
|
|
|
Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menetapkan tiga hari tiga malam untuk musafir
(orang yang bepergian) dan sehari semalam untuk orang yang menetap --yakni
dalam hal mengusap kedua sepatu Riwayat Muslim
|
|
|
Hadits No 68
|
|
|
Tsauban Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam mengirim pasukan tentara beliau memerintahkan mereka agar
mengusap ashoib --yaitu sorban-sorban dan tasakhin-- yakni sepatu Riwayat
Ahmad dan Abu Dawud Hadits shahih menurut Hakim
|
|
|
Hadits No 69
|
|
|
Dari Umar Radliyallaahu 'anhu secara mauquf dan dari Anas
Radliyallaahu 'anhu secara marfu': Apabila seseorang di antara kamu berwudlu
sedang dia bersepatu maka hendaknya ia mengusap bagian atas keduanya dan
sholat dengan mengenakannya tanpa melepasnya jika ia menghendaki kecuali karena
jinabat Diriwayatkan oleh Daruquthni dan Hakim Hadits shahih menurut Hakim
|
|
|
Hadits No 70
|
|
|
Melalui Abu Bakrah dari Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam:
Bahwa beliau memberikan kemudahan bagi musafir tiga hari tiga malam dan bagi
mukim (orang yang menetap) sehari semalam apabila ia telah bersuci dan
memakai kedua sepatunya maka ia cukup mengusap bagian atasnya Diriwayatkan
oleh Daruquthni dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah
|
|
|
Hadits No 71
|
|
|
Dari Ubay Ibnu Imarah Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya: Ya
Rasulullah bolehkah aku mengusap kedua sepatuku? Rasul menjawab: ya boleh Ia
bertanya: dua hari? Rasul menjawab: ya boleh Ia bertanya lagi: tiga hari?
Rasul menjawab: ya boleh sekehendakmu Dikeluarkan oleh Abu Dawud dengan
menyatakan bahwa hadits ini tidak kuat
|
|
|
BAB YANG MEMBATALKAN
WUDLU
|
|
|
Hadits No 72
|
|
|
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: pernah para
shahabat Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pada jamannya menunggu
waktu isya' sampai kepala mereka terangguk-angguk (karena kantuk) kemudian
mereka shalat dan tidak berwudlu Dikeluarkan oleh Abu Dawud shahih menurut
Daruquthni dan berasal dari riwayat Muslim
|
|
|
Hadits No 73
|
|
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Fathimah binti Abu Hubaisy
datang ke hadapan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam seraya berkata: Wahai
Rasulullah sungguh aku ini perempuan yang selalu keluar darah (istihadlah)
dan tidak pernah suci bolehkah aku meninggalkan shalat؟ Rasul menjawab:
"Tidak boleh itu hanya penyakit dan bukan darah haid Apabila haidmu
datang tinggalkanlah shalat dan apabila ia berhenti maka bersihkanlah dirimu
dari darah itu (mandi) lalu shalatlah" Muttafaq Alaihi
|
|
|
Hadits No 74
|
|
|
Menurut Riwayat Bukhari: "Kemudian berwudlulah pada setiap
kali hendak shalat" Imam Muslim memberikan isyarat bahwa kalimat
tersebut sengaja dibuang oleh Bukhari
|
|
|
Hadits No 75
|
|
|
Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku adalah
seorang laki-laki yang sering mengeluarkan madzi maka aku suruh Miqdad untuk
menanyakan hal itu pada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan bertanyalah
ia pada beliau Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menjawab: "Dalam
masalah itu wajib berwudlu" Muttafaq Alaihi lafadznya menurut riwayat
Bukhari
|
|
|
Hadits No 76
|
|
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam mencium sebagian istrinya kemudian keluar menunaikan shalat tanpa
berwudlu dahulu Diriwayatkan oleh Ahmad dan dinilai lemah oleh Bukhari
|
|
|
Hadits No 77
|
|
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara
kamu merasakan sesuatu dalam perutnya kemudian dia ragu-ragu apakah dia
mengeluarkan sesuatu (kentut) atau tidak maka janganlah sekali-kali ia keluar
dari masjid kecuali ia mendengar suara atau mencium baunya" Dikeluarkan
oleh Muslim
|
|
|
Hadits No 78
|
|
|
Thalq Ibnu Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Seorang laki-laki
berkata: saya menyentuh kemaluanku atau ia berkata: seseorang laki-laki
menyentuh kemaluannya pada waktu shalat apakah ia wajib berwudlu؟ Nabi
menjawab: "Tidak karena ia hanya sepotong daging dari tubuhmu"
Dikeluarkan oleh Imam Lima dan shahih menurut Ibnu Hibban Ibnul Madiny
berkata: Hadits ini lebih baik daripada hadits Busrah
|
|
|
Hadits No 79
|
|
|
Dari Busrah binti Shofwan Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa menyentuh
kemaluannya maka hendaklah ia berwudlu" Dikeluarkan oleh Imam Lima dan
hadits shahih menurut Tirmidzi dan Ibnu Hibban Imam Bukhari menyatakan bahwa
ia adalah hadits yang paling shahih dalam bab ini
|
|
|
Hadits No 80
|
|
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda:
"Barangsiapa yang muntah atau mengeluarkan darah dari hidung (mimisan)
atau mengeluarkan dahak atau mengeluarkan madzi maka hendaklah ia berwudlu
lalu meneruskan sisa shalatnya namun selama itu ia tidak berbicara"
Diriwayatkan oleh Ibnu Majah namun dianggap lemah oleh Ahmad dan lain-lain
|
|
|
Hadits No 81
|
|
|
Dari Jabir Ibnu Samurah Radliyallaahu 'anhu bahwa seorang
laki-laki bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam : Apakah aku
harus berwudlu setelah makan daging kambing؟ Beliau menjawab: "Jika
engkau mau" Orang itu bertanya lagi: Apakah aku harus berwudlu setelah
memakan daging unta؟ Beliau menjawab: "Ya" Diriwayatkan oleh Muslim
|
|
|
Hadits No 82
|
|
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang memandikan
mayyit hendaknya ia mandi dan barangsiapa yang membawanya hendaknya ia
berwudlu" Dikeluarkan oleh Ahmad Nasa'i dan Tirmidzi Tirmidzi menyatakan
hadits ini hasan sedang Ahmad berkata: tak ada sesuatu yang shahih dalam bab
ini
|
|
|
Hadits No 83
|
|
|
Dari Abdullah Ibnu Abu Bakar Radliyallaahu 'anhu bahwa dalam
surat yang ditulis Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam untuk Amr Ibnu
Hazm terdapat keterangan bahwa tidak boleh menyentuh Al-Qur'an kecuali orang
yang suci Diriwayatkan oleh Malik dan mursal Nasa'i dan Ibnu Hibban
meriwayatkannya dengan maushul hadits ini ma'lul
|
|
|
Hadits No 84
|
|
|
Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam selalu berdzikir kepada Allah dalam setiap saat
Diriwayatkan oleh Muslim dan dita'liq oleh Bukhari
|
|
|
Hadits No 85
|
|
|
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam berbekam lalu shalat tanpa berwudlu Hadits dikeluarkan dan
dilemahkan oleh Daruquthni
|
|
|
Hadits No 86
|
|
|
Dari Muawiyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Mata adalah tali pengikat dubur maka
apabila kedua mata telah tidur lepaslah tali pengikat itu" Diriwayatkan
oleh Ahmad dan Thabrani
|
|
|
Hadits No 87
|
|
|
Ia menambahkan: "Dan barangsiapa tidur hendaknya ia
berwudlu" Tambahan dalam hadits ini menurut Abu Dawud dari hadits Ali
Radliyallaahu 'anhu tanpa sabda beliau: "Lepaslah tali pengikat
itu" Dalam kedua sanad ini ada kelemahan
|
|
|
Hadits No 88
|
|
|
Menurut Riwayat Abu Dawud juga dari Ibnu Abbas Radliyallaahu
'anhu dengan hadits marfu': "Wudlu itu hanya wajib bagi orang-orang yang
tidur berbaring" Dalam sanadnya juga ada kelemahan
|
|
|
Hadits No 89
|
|
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Setan itu akan mendatangi
seseorang di antara kamu pada saat dia shalat lalu meniup pada duburnya dan
membuatnya berkhayal seakan-akan ia telah kentut padahal ia tidak kentut Jika
ia mengalami hal itu maka janganlah ia membatalkan shalat sampai ia mendengar
suara atau mencium baunya" Dikeluarkan oleh al-Bazzar
|
|
|
Hadits No 90
|
|
|
Hadits tersebut berasal dari shahih Bukhari-Muslim dari hadits
Abdullah Ibnu Zaid
|
|
|
Hadits No 91
|
|
|
Hadits serupa juga terdapat dalam riwayat Muslim dari Abu
Hurairah
|
|
|
Hadits No 92
|
|
|
Menurut Hakim dari Abu Said dalam hadits marfu' : "Apabila
setan datang kepada seseorang di antara kamu lalu berkata: Sesungguhnya
engkau telah berhadats hendaknya ia menjawab: Engkau bohong" Hadits ini
juga dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dengan lafadz: "Hendaknya ia
mengatakan dalam hatinya sendiri"
|
|
|
BAB
CARA BUANG AIR
|
بَابُ
قَضَاءِ اَلْحَاجَةِِ
|
|
|
Hadits No. 93
|
||
|
Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Adalah Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk kakus (WC) beliau menanggalkan
cincinnya. Diriwayatkan oleh Imam Empat tetapi dianggap ma'lul.
|
|
َنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ
اَلْخَلَاءَ وَضَعَ خَاتَمَهُ ) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَهُوَ
مَعْلُول
|
|
Hadits No. 94
|
||
|
Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam apabila masuk kakus beliau berdo'a: "Ya
Allah sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang keji dan
kotor." Dikeluarkan oleh Imam Tujuh.
|
|
َوَعَنْهُ قَالَ: (
كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ اَلْخَلَاءَ قَالَ:
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ اَلْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ )
أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة
|
|
Hadits No. 95
|
||
|
Anas Radliyallaahu 'anhu berkata: Pernah Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam masuk ke kakus lalu aku dan seorang pemuda yang sebaya
denganku membawakan bejana berisi air dan sebatang tongkat kemudian beliau
bersuci dengan air tersebut. Muttafaq Alaihi.
|
|
َوَعَنْهُ قَالَ: (
كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَدْخُلُ اَلْخَلَاءَ فَأَحْمِلُ
أَنَا وَغُلَامٌ نَحْوِي إِدَاوَةً مِنْ مَاءٍ وَعَنَزَةً فَيَسْتَنْجِي
بِالْمَاءِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
|
|
Hadits No. 96
|
||
|
Dari Al-Mughirah Ibnu Syu'bah Radliyallaahu 'anhu bahwa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda padaku: "Ambillah
bejana itu." Kemudian beliau pergi hingga aku tidak melihatnya lalu
beliau buang air besar. Muttafaq Alaihi.
|
|
َعَنْ اَلْمُغِيرَةِ
بْنِ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ: ( قَالَ لِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم
خُذِ اَلْإِدَاوَةَ فَانْطَلَقَ حَتَّى تَوَارَى عَنِّي فَقَضَى حَاجَتَهُ
) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
|
|
Hadits No. 97
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jauhkanlah dirimu dari dua
perbuatan terkutuk yaitu suka buang air di jalan umum atau suka buang air di
tempat orang berteduh." Riwayat Imam Muslim
|
|
َعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اِتَّقُوا
اَللَّاعِنِينَ: اَلَّذِي يَتَخَلَّى فِي طَرِيقِ اَلنَّاسِ أَوْ فِي ظِلِّهِمْ
) رَوَاهُ مُسْلِم
|
|
Hadits No. 98
|
||
|
Abu Dawud menambahkan dari Muadz r.a: "Dan tempat-tempat
sumber air." Lafadznya ialah: "Jauhkanlah dirimu dari tiga
perbuatan terkutuk yaitu buang air besar di tempat-tempat sumber air di
tengah jalan raya dan di tempat perteduhan."
|
|
َزَادَ أَبُو دَاوُدَ
عَنْ مُعَاذٍ ( وَالْمَوَارِدَ )
|
|
Hadits No. 99
|
||
|
Dalam riwayat Ahmad Ibnu Abbas r.a: "Atau di tempat
menggenangnya air." Dalam kedua hadits di atas ada kelemahan.
|
|
َوَلِأَحْمَدَ; عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: ( أَوْ نَقْعِ مَاءٍ )
وَفِيهِمَا ضَعْف
|
|
Hadits No. 100
|
||
|
Imam Thabrani mengeluarkan sebuah hadits yang melarang buang air
besar di bawah pohon berbuah dan di tepi sungai yang mengalir. Dari hadits
Ibnu Umar dengan sanad yang lemah.
|
|
َأَخْرَجَ اَلطَّبَرَانِيُّ اَلنَّهْيَ عَن ْ تَحْتِ
اَلْأَشْجَارِ اَلْمُثْمِرَةِ وَضَفَّةِ اَلنَّهْرِ الْجَارِي. مِنْ حَدِيثِ
اِبْنِ عُمَرَ بِسَنَدٍ ضَعِيف
|
|
Hadits No. 101
|
||
|
Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila dua orang buang air besar maka
hendaknya masing-masing bersembunyi dan tidak saling berbicara sebab Allah
mengutuk perbuatan yang sedemikian." Diriwayatkan oleh Ahmad hadits
shahih menurut Ibnus Sakan dan Ibnul Qathan. Hadits ini ma'lul.
|
|
َوَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه قَالَ:
قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا تَغَوَّطَ اَلرَّجُلَانِ
فَلْيَتَوَارَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا عَنْ صَاحِبِهِ وَلَا يَتَحَدَّثَا.
فَإِنَّ اَللَّهَ يَمْقُتُ عَلَى ذَلِكَ ) رَوَاهُ . وَصَحَّحَهُ اِبْنُ
اَلسَّكَنِ وَابْنُ اَلْقَطَّانِ وَهُوَ مَعْلُول
|
|
Hadits No. 102
|
||
|
Dari Abu Qotadah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah sekali-kali
seseorang di antara kamu menyentuh kemaluannya dengan tangan kanan ketika
sedang kencing jangan membersihkan bekas kotorannya dengan tangan kanan dan
jangan pula bernafas dalam tempat air." Muttafaq Alaihi dan lafadznya
menurut riwayat Muslim.
|
|
َوَعَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
لَا
يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ وَلَا يَتَمَسَّحْ
مِنْ اَلْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ وَلَا يَتَنَفَّسْ فِي اَلْإِنَاءِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
|
|
Hadits No. 103
|
||
|
Salman Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam benar-benar telah melarang kami menghadap kiblat pada saat
buang air besar atau kecil atau ber-istinja' (membersihkan kotoran) dengan
tangan kanan atau beristinja' dengan batu kurang dari tiga biji atau
beristinja' dengan kotoran hewan atau dengan tulang. Hadits riwayat Muslim.
|
|
َوَعَنْ سَلْمَانَ رضي الله عنه قَالَ: ( لَقَدْ نَهَانَا رَسُولُ اَللَّهِ
صلى الله عليه وسلم "أَنْ نَسْتَقْبِلَ اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ
أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِينِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلَّ مِنْ
ثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيعٍ أَوْ عَظْمٍ" ) رَوَاهُ
مُسْلِم
|
|
Hadits No. 104
|
||
|
Hadits menurut Imam Tujuh dari Abu Ayyub Al-Anshari
Radliyallaahu 'anhu berbunyi: "Janganlah menghadap kiblat atau
membelakanginya akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau barat."
|
|
َوَلِلسَّبْعَةِ مِنْ حَدِيثِ أَبِي أَيُّوبَ رضي الله عنه ( لَا
تَسْتَقْبِلُوا اَلْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ وَلَا بَوْلٍ وَلَكِنْ شَرِّقُوا أَوْ
غَرِّبُوا )
|
|
Hadits No. 105
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang hendak buang air hendaklah ia
membuat penutup." Riwayat Abu Dawud.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى
الله عليه وسلم قَالَ: (
مَنْ
أَتَى اَلْغَائِطَ فَلْيَسْتَتِرْ ) رَوَاهُ أَبُو
دَاوُد
|
|
Hadits No. 106
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam jika telah keluar dari buang air besar beliau berdo'a:
"Aku mohon ampunan-Mu." Diriwayatkan oleh Imam Lima. Hadits shahih
menurut Abu Hatim dan Hakim.
|
|
َوَعَنْهَا; ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ إِذَا
خَرَجَ مِنْ اَلْغَائِطِ قَالَ: "غُفْرَانَكَ" ) أَخْرَجَهُ
اَلْخَمْسَةُ. وَصَحَّحَهُ أَبُو حَاتِمٍ وَالْحَاكِم
|
|
Hadits No. 107
|
||
|
Ibnu Mas'u d Radliyallaahu 'anhu berkata: "Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam hendak buang air besar lalu beliau menyuruhku
untuk mengambilkan tiga biji batu kemudian saya hanya mendapatkan dua biji
dan tidak menemukan yang ketiga. Lalu saya membawakan kotoran binatang. Beliau
mengambil dua biji batu tersebut dan membuang kotoran binatang seraya
bersabda: "Ini kotoran menjijikkan." Diriwayatkan oleh Bukhari.
Ahmad dan Daruquthni menambahkan: "Ambilkan aku yang lain."
|
|
َوَعَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ: ( أَتَى اَلنَّبِيُّ
صلى الله عليه وسلم اَلْغَائِطَ فَأَمَرَنِي أَنْ آتِيَهُ بِثَلَاثَةِ أَحْجَارٍ
فَوَجَدْتُ حَجَرَيْنِ وَلَمْ أَجِدْ ثَالِثًا. فَأَتَيْتُهُ بِرَوْثَةٍ.
فَأَخَذَهُمَا وَأَلْقَى اَلرَّوْثَةَ وَقَالَ: "هَذَا
رِكْسٌ" ) أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيّ ُ.
زَادَ أَحْمَدُ وَاَلدَّارَقُطْنِيُّ: ( ائْتِنِي بِغَيْرِهَا
|
|
Hadits No. 108
|
||
|
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang untuk beristinja' dengan tulang atau
kotoran binatang dan bersabda: "Keduanya tidak dapat mensucikan."
Riwayat Daruquthni dan hadits ini dinilai shahih.
|
|
َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ
صلى الله عليه وسلم نَهَى "أَنْ يُسْتَنْجَى بِعَظْمٍ أَوْ رَوْثٍ"
وَقَالَ: "إِنَّهُمَا لَا يُطَهِّرَانِ" ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَه
|
|
Hadits No. 109
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sucikanlah dirimu dari air
kencing karena kebanyakan siksa kubur itu berasal darinya." Riwayat
Daruquthni.
|
|
َوَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
اِسْتَنْزِهُوا
مِنْ اَلْبَوْلِ فَإِنَّ عَامَّةَ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْهُ ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيّ
|
|
Hadits No. 110
|
||
|
Menurut riwayat Hakim: "Kebanyakan siksa kubur itu
disebabkan (tidak membasuh) air kencing." Hadits ini sanadnya shahih.
|
|
َوَلِلْحَاكِمِ: ( أَكْثَرُ عَذَابِ اَلْقَبْرِ مِنْ اَلْبَوْلِ
) وَهُوَ صَحِيحُ اَلْإِسْنَاد
|
|
Hadits No. 111
|
||
|
Suraqah Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam mengajari kami tentang cara buang air besar
yaitu agar kami duduk di atas kaki kiri dan merentangkan kaki kanan.
Diriwayatkan oleh Baihaqi dengan sanad yang lemah.
|
|
َوَعَنْ سُرَاقَةَ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: ( عَلَّمْنَا
رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فِي اَلْخَلَاءِ: " أَنَّ نَقْعُدَ
عَلَى اَلْيُسْرَى وَنَنْصِبَ اَلْيُمْنَى" ) رَوَاهُ
اَلْبَيْهَقِيُّ بِسَنَدٍ ضَعِيف
|
|
Hadits No. 112
|
||
|
Dari Isa Ibnu Yazdad dari ayahnya Radliyallaahu 'anhu bahwa
Rasulullah saw bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu telah selesai
buang air kecil maka hendaknya ia mengurut kemaluannya tiga kali."
Riwayat Ibnu Majah dengan sanad yang lemah.
|
|
َوَعَنْ عِيسَى بْنِ يَزْدَادَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم (
إِذَا
بَالَ أَحَدُكُمْ فَلْيَنْثُرْ ذَكَرَهُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ) رَوَاهُ اِبْنُ
مَاجَه بِسَنَدٍ ضَعِيف
|
|
Hadits No. 113
|
||
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam setelah bertanya kepada penduduk Quba beliau bersabda:
"Sesungguhnya Allah memuji kamu sekalian." Mereka berkata:
Sesungguhnya kami selalu beristinja' dengan air setelah dengan batu.
Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dengan sanad yang lemah. Asal hadits ini ada
dalam riwayat Abu Dawud.
|
|
َوَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; ( أَنَّ
اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم سَأَلَ أَهْلَ قُبَاءٍ فَقَالُوا: إِنَّا نُتْبِعُ اَلْحِجَارَةَ
اَلْمَاءَ ) رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ بِسَنَدٍ
ضَعِيف
|
|
Hadits No. 114
|
||
|
Hadits tersebut dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah dari hadits
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu tanpa menyebut istinja' dengan batu
|
|
َوَأَصْلُهُ فِي أَبِي دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ
خُزَيْمَةَ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه بِدُونِ ذِكْرِ
اَلْحِجَارَة
|
|
BAB
MANDI DAN HUKUM JUNUB
|
بَابُ
اَلْغُسْلِ وَحُكْمِ اَلْجُنُبِِ
|
|
|
Hadits No. 115
|
||
|
Dari Abu said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Air itu dari air."
Riwayat Muslim yang berasal dari Bukhari.
|
|
َعَنْ أَبِي سَعِيدٍ
اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ ) رَوَاهُ
مُسْلِم وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ
|
|
Hadits No. 116
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki
duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah
wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
|
|
َوَعَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا
اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْه
|
|
Hadits No. 117
|
||
|
Riwayat Muslim menambahkan: "Meskipun ia belum mengeluarkan
(air mani)."
|
|
َزَادَ مُسْلِمٌ: وَإِنْ
لَمْ يُنْزِلْ
|
|
Hadits No. 118
|
||
|
Anas
Radliyallahu 'Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda
tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki,
maka sabdanya, "Ia wajib mandi." Hadits riwayat Muttafaqun 'Alaih
|
َوَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى
الرَّجُلُ - قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
|
|
|
Hadits No. 119
|
||
|
Imam Muslim menambahkan: Ummu Salamah bertanya: Adakah hal ini
terjadi؟ Nabi menjawab: "Ya lalu darimana datangnya persamaan؟"
|
|
َزَادَ مُسْلِمٌ:
فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْم ٍ ( وَهَلْ يَكُونُ هَذَا قَالَ:
نَعَمْ
فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ اَلشَّبَهُ )
|
|
Hadits No. 120
|
||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam biasanya mandi karena empat hal: jinabat hari Jum'at
berbekam dan memandikan mayit. Riwayat Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh
Ibnu Khuzaimah.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم
يَغْتَسِلُ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ اَلْجَنَابَةِ وَيَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَمِنْ
اَلْحِجَامَةِ وَمِنْ غُسْلِ اَلْمَيِّتِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ
وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
|
|
Hadits No. 121
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu tentang kisah tsamamah
Ibnu Utsal ketika masuk Islam Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruhnya
mandi. Riwayat Abdur Rozaq dan asalnya Muttafaq Alaihi.
|
|
َوَعَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( -فِي قِصَّةِ ثُمَامَةَ بْنِ أُثَالٍ عِنْدَمَا
أَسْلَم- وَأَمَرَهُ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَغْتَسِلَ )
رَوَاهُ عَبْدُ اَلرَّزَّاق ِ وَأَصْلُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْه
|
|
Hadits No. 122
|
||
|
Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mandi hari Jum'at itu wajib
bagi setiap orang yang telah bermimpi (baligh." Riwayat Imam
Tujuh.
|
|
َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ
رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( غُسْلُ اَلْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى
كُلِّ مُحْتَلِمٍ
) أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة ُ
|
|
Hadits No. 123
|
||
|
Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang berwudlu pada
hari Jum'at berarti telah menjalankan sunnah dan sudah baik dan barangsiapa
yang mandi maka itu lebih utama." Riwayat Imam Tujuh dan dinilai hasan
oleh Tirmidzi.
|
|
َوَعَنْ سَمُرَةَ رضي
الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ
فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اِغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ ) رَوَاهُ
اَلْخَمْسَةُ وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيّ
|
|
Hadits No. 124
|
||
|
Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi
wa Sallam selalu membaca Al-Qur'an pada kami selama beliau tidak junub.
Riwayat Imam Tujuh dan lafadznya dari Tirmidzi. Hadits ini shahih menurut
Tirmidzi dan hasan menurut Ibnu Hibban.
|
|
َوَعَنْ عَلِيٍّ رضي
الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقْرِئُنَا
اَلْقُرْآنَ مَا لَمْ يَكُنْ جُنُبًا ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَهَذَا
لَفْظُ اَلتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان
|
|
Hadits No. 125
|
||
|
Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara
kamu mendatangi istrinya (bersetubuh) kemudian ingin mengulanginya lagi maka
hendaklah ia berwudlu antara keduanya." Hadits riwayat Muslim.
|
|
َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ
اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ
ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا ) رَوَاهُ مُسْلِم
|
|
Hadits No. 126
|
||
|
Hakim menambahkan: "Karena wudlu itu memberikan semangat
untuk mengulanginya lagi."
|
|
َزَادَ اَلْحَاكِمُ: (
فَإِنَّهُ أَنْشَطُ لِلْعَوْدِ )
|
|
Hadits No. 127
|
||
|
Menurut Imam Empat dari 'Aisyah r.a dia berkata: Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah tidur dalam keadaan junub tanpa
menyentuh air. Hadits ini ma'lul.
|
|
َوَلِلْأَرْبَعَةِ عَنْ
عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله
عليه وسلم يَنَامُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَمَسَّ مَاءً ) وَهُوَ
مَعْلُول
|
|
Hadits No. 128
|
||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Biasanya Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika mandi karena jinabat akan mulai dengan
membersihkan kedua tangannya kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke
tangan kiri lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudlu lalu mengambil air
kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut lalu menyiram
kepalanya tiga genggam air kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci
kedua kakinya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya dari Muslim.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ
يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ
ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ ثُمَّ
حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ
ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
|
|
Hadits No. 129
|
||
|
Menurut Riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Maimunah: Kemudian
beliau menyiram kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kiri lalu menggosok
tangannya pada tanah.
|
|
َوَلَهُمَا فِي حَدِيثِ مَيْمُونَةَ: ( ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى
فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِهَا اَلْأَرْضَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: (
فَمَسَحَهَا بِالتُّرَابِ )
|
|
Hadits No. 130
|
||
|
Dalam suatu riwayat: Lalu beliau menggosok tangannya dengan debu
tanah. Di akhir riwayat itu disebutkan: Kemudian aku memberikannya saputangan
namun beliau menolaknya. Dalam hadits itu disebutkan: Beliau mengeringkan air
dengan tangannya.
|
|
َوَفِي آخِرِهِ: ( ثُمَّ
أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ ) فَرَدَّهُ وَفِيهِ: ( وَجَعَلَ يَنْفُضُ
الْمَاءَ بِيَدِهِ )
|
|
Hadits No. 131
|
||
|
Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya wahai
Rasulullah sungguh aku ini wanita yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku
harus membukanya untuk mandi jinabat؟ Dalam riwayat lain disebutkan: Dan
mandi dari haid؟ Nabi menjawab: "Tidak tapi kamu cukup mengguyur air di
atas kepalamu tiga kali." Riwayat Muslim.
|
|
َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ إِنِّي
اِمْرَأَةٌ أَشُدُّ شَعْرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اَلْجَنَابَةِ؟
وَفِي رِوَايَةٍ: وَالْحَيْضَةِ؟ فَقَالَ: لَا إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ
تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ )
رَوَاهُ مُسْلِم
|
|
Hadits No. 132
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid
bagi orang yang sedang haid dan junub." Riwayat bu Dawud dan hadits
shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنِّي لَا أُحِلُّ اَلْمَسْجِدَ
لِحَائِضٍ وَلَا جُنُبٌ
) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة
|
|
Hadits No. 133
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu pula dia berkata: Aku pernah
mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dengan
satu tempat air tngna kami selalu bergantian mengambil air. Muttafaq Alaihi.
Ibnu Hibban menambahkan: Dan tangan kami bersentuhan.
|
|
َوَعَنْهَا قَالَتْ: (
كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ إِنَاءٍ
وَاحِدٍ تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ مِنَ اَلْجَنَابَةِ ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْه ِزَادَ اِبْنُ حِبَّانَ: وَتَلْتَقِي
|
|
Hadits No. 134
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya di bawah setiap
helai rambut terdapat jinabat. Oleh karena itu cucilah rambut dan
bersihkanlah kulitnya." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dan keduanya menganggap
hadits ini lemah.
|
|
َوَعَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ
جَنَابَةً فَاغْسِلُوا اَلشَّعْرَ وَأَنْقُوا اَلْبَشَرَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ
وَضَعَّفَاه
|
|
Hadits No. 135
|
||
|
Menurut Ahmad dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu terdapat hadits
serupa. Namun ada perawi yang tidak dikenal.
|
|
َوَلِأَحْمَدَ عَنْ
عَائِشَةَ نَحْوُهُ وَفِيهِ رَاوٍ مَجْهُول
|
|
BAB
TAYAMMUM
|
بَابُ
اَلتَّيَمُّمِ
|
|
|
Hadits No. 136
|
||
|
Dari Jabir Ibnu Abdullah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: "Aku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepad
seorang pun sebelumku yaitu aku ditolong dengan rasa ketakutan (musuhku)
sejauh perjalanan sebulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud
(masjid) dan alat bersuci maka siapapun menemui waktu shalat hendaklah ia
segera shalat." Muttafaq Alaihi.
|
|
َعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ
اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم
قَالَ: ( أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ
أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي
اَلْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ اَلصَّلَاةُ
فَلْيُصَلِّ ) وَذَكَرَ اَلْحَدِيث
|
|
Hadits No. 137
|
||
|
Dan menurut Hadits Hudzaifah Radliyallaahu 'anhu yang
diriwayatkan oleh Muslim disebutkan: "Dan debunya dijadikan bagi kami
sebagai alat bersuci."
|
|
َوَفِي حَدِيثِ
حُذَيْفَةَ عِنْدَ مُسْلِمٍ: ( وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا
لَمْ نَجِدِ اَلْمَاءَ )
|
|
Hadits No. 138
|
||
|
Menurut Ahmad dari Ali r.a: Dan dijadikan tanah bagiku sebagai
pembersih.
|
|
َوَعَنْ عَلِيٍّ رضي
الله عنه عِنْدَ أَحْمَدَ: ( وَجُعِلَ اَلتُّرَابُ لِي طَهُورًا )
|
|
Hadits No. 139
|
||
|
Ammar Ibnu Yassir Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam telah mengutusku untuk suatu keperluan lalu aku junub dan
tidak mendapatkan air maka aku bergulingan di atas tanah seperti yang
dilakukan binatang kemudian aku mendatangi Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam dan menceritakan hal itu padanya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: "sesungguhnya engkau cukup degnan kedua belah tanganmu
begini." Lalu beliau menepuk tanah sekali kemudian mengusapkan tangan
kirinya atas tangan kanannya punggung kedua telapak tangan dan wajahnya.
Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
|
|
َوَعَنْ عَمَّارِ بْنِ
يَاسِرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( بَعَثَنِي اَلنَّبِيُّ صلى الله
عليه وسلم فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدِ اَلْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي
اَلصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ اَلدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله
عليه وسلم فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ
تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا
ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ اَلْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ
مَسَحَ اَلشِّمَالَ عَلَى اَلْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ )
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم ٍ
|
|
Hadits No. 140
|
||
|
Dalam suatu riwayat Bukhari disebutkan: Beliau menepuk tanah
dengan kedua telapak tangannya dan meniupnya lalu mengusap wajah dan kedua
telapak tangannya.
|
|
َوَفِي رِوَايَةٍ
لِلْبُخَارِيِّ: وَضَرَبَ بِكَفَّيْهِ اَلْأَرْضَ وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ
مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْه
|
|
Hadits No. 141
|
||
|
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tayammum itu dengan dua
tepukan. Tepukan untuk muka dan tepukan untuk kedua belah tangan hingga
siku-siku." Riwayat Daruquthni dan para Imam Hadits menganggapnya
mauquf.
|
|
َوَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ ضَرْبَةٌ
لِلْوَجْهِ وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى اَلْمِرْفَقَيْنِ ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَ
اَلْأَئِمَّةُ وَقْفَه
|
|
Hadits No. 142
|
||
|
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tanah itu merupakan alat
berwudlu bagi orang Islam meskipun ia tidak menjumpai air hingga sepuluh
tahun. Maka jika ia telah mendapatkan air hendaklah ia bertakwa kepada Allah
dan menggunakan air itu untuk mengusap kulitnya." Diriwayatkan oleh
al-Bazzar. Shahih menurut Ibnul Qaththan dan mursal menurut Daruquthni.
|
|
َوَعَنْ أَبِي
هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلصَّعِيدُ وُضُوءُ اَلْمُسْلِمِ
وَإِنْ لَمْ يَجِدِ اَلْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ فَإِذَا وَجَدَ اَلْمَاءَ
فَلْيَتَّقِ اَللَّهَ وَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ ) رَوَاهُ
اَلْبَزَّارُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ اَلْقَطَّانِ و لَكِنْ صَوَّبَ
اَلدَّارَقُطْنِيُّ إِرْسَالَه
ُ
|
|
Hadits No. 143
|
||
|
Menurut riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar ada hadits serupa dengan
hadits tersebut. Hadits tersebut shahih menurutnya.
|
|
َوَلِلتِّرْمِذِيِّ:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ نَحْوُهُ وَصَحَّحَه
|
|
Hadits No. 144
|
||
|
Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada dua orang
laki-laki keluar bepergian lalu datanglah waktu shalat sedangkan mereka tidak
mempunyai air maka mereka bertayamum dengan tanah suci dan menunaikan shalat.
Kemudian mereka menjumpai air pada waktu itu juga. Lalu salah seorang dari
keduanya mengulangi shalat dan wudlu sedang yang lainnya tidak. Kemudian
mereka menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan menceritakan
hal itu kepadanya. Maka beliau bersabda kepada orang yang tidak
mengulanginya: "Engkau telah melakukan sesuai sunnah dan shalatmu sudah
sah bagimu." Dan beliau bersabda kepada yang lainnya: "Engkau
mendapatkan pahala dua kali." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i.
|
|
َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ
اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: ( خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتْ
اَلصَّلَاةَ -وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ- فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا
فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا اَلْمَاءَ فِي اَلْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا
اَلصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدِ اَلْآخَرُ ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ
اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ
يُعِدْ: أَصَبْتَ اَلسُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ وَقَالَ لِلْآخَرِ: لَكَ
اَلْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ و النَّسَائِيّ
|
|
Hadits No. 145
|
||
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu tentang firman Allah (Dan
jika kamu sakit atau dalam perjalanan) beliau mengatakan: "Apabila
seseorang mengalami luka-luka di jalan Allah atau terserang penyakit kudis
lalu ia junub tetapi dia takut akan mati jika dia mandi maka bolehlah baginya
bertayammum." Riwayat Daruquthni secara mauquf marfu' menurut al-Bazzar
dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Hakim.
|
|
َوَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى
سَفَرٍ قَالَ:
إِذَا
كَانَتْ بِالرَّجُلِ اَلْجِرَاحَةُ فِي سَبِيلِ اَللَّهِ وَالْقُرُوحُ
فَيُجْنِبُ فَيَخَافُ أَنْ يَمُوتَ إِنْ اِغْتَسَلَ: تَيَمَّمَ رَوَاهُ
اَلدَّارَقُطْنِيُّ مَوْقُوفًا وَرَفَعَهُ اَلْبَزَّارُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ
خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِم
|
|
Hadits No. 146
|
||
|
Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Salah satu dari pergelanganku
retak. Lalu aku tanyakan pada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan
beliau menyuruhku agar aku mengusap di atas pembalutnya. Diriwayatkan oleh
Ibnu Majah dengan sanad yang amat lemah.
|
|
َوَعَنْ عَلِيٍّ رضي
الله عنه قَالَ: ( اِنْكَسَرَتْ إِحْدَى زَنْدَيَّ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اَللَّهِ
صلى الله عليه وسلم فَأَمَرَنِي أَنْ أَمْسَحَ عَلَى اَلْجَبَائِرِ )
رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَه بِسَنَدٍ وَاهٍ جِدًّ ا
|
|
Hadits No. 147
|
||
|
Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu tentang seorang laki-laki yang
terluka pada kepalanya lalu mandi dan meninggal. (Nabi bersabda: "Cukup
baginya bertayammum dan membalut lukanya dengan kain kemudian mengusap di
atasnya dan membasuh seluruh tubuhnya." Riwayat Abu Dawud dengan sanad
yang lemah. Di dalamnya ada perbedaan pendapat tentang para perawinya.
|
|
َوَعَنْ جَابِرٍ]بْنُ عَبْدِ اَللَّهِ]
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي اَلرَّجُلِ اَلَّذِي شُجَّ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ
-: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ
يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِبَ عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا
وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ رَوَاهُ أَبُو
دَاوُدَ بِسَنَدٍ فِيهِ ضَعْفٌ وَفِيهِ اِخْتِلَافٌ عَلَى رُوَاتِه
|
|
Hadits No. 148
|
||
|
Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Termasuk sunnah Rasul
adalah seseorang tidak menunaikan shalat dengan tayammum kecuali hanya untuk
sekali shalat saja kemudian dia bertayammum untuk shalat yang lain. Riwayat
Daruquthni dengan sanad yang amat lemah.
|
|
َوَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( مِنْ اَلسُّنَّةِ أَنْ لَا يُصَلِّيَ
اَلرَّجُلُ بِالتَّيَمُّمِ إِلَّا صَلَاةً وَاحِدَةً ثُمَّ يَتَيَمَّمُ
لِلصَّلَاةِ اَلْأُخْرَى ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادٍ
ضَعِيفٍ جِدًّ ا
|
|
BAB
HAID
|
بَابُ
اَلْحَيْضِ
|
|
|
Hadits No. 149
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Fatimah binti Abu Hubaisy
sedang keluar darah penyakit (istihadlah). Maka bersabdalah Rasulullah
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam kepadanya: Sesungguhnya darah haid adalah
darah hitam yang telah dikenal. Jika memang darah itu yang keluar maka
berhentilah dari shalat namun jika darah yang lain berwudlulah dan shalatlah.
Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.
Abu Hatim mengingkari hadits ini.
|
|
َعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ
اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( إِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِي حُبَيْشٍ كَانَتْ
تُسْتَحَاضُ فَقَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ دَمَ اَلْحَيْضِ دَمٌ
أَسْوَدُ يُعْرَفُ فَإِذَا كَانَ ذَلِكَ فَأَمْسِكِي مِنَ اَلصَّلَاةِ فَإِذَا
كَانَ اَلْآخَرُ فَتَوَضَّئِي وَصَلِّي )
رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ
وَالْحَاكِمُ وَاسْتَنْكَرَهُ أَبُو حَاتِم
|
|
Hadits No. 150
|
||
|
Dalam hadits Asma binti Umais menurut riwayat Abu Dawud:
Hendaklah dia duduk dalam suatu bejana air. Maka jika dia melihat warna
kuning di atas permukaan air hendaknya ia mandi sekali untuk Dhuhur dan Ashar
mandi sekali untuk Maghrib dan Isya' dan mandi sekali untuk shalat subuh dan
berwudlu antara waktu-waktu tersebut.
|
|
َوَفِي حَدِيثِ
أَسْمَاءَ بِنْتِ عُمَيْسٍ عِنْدَ أَبِي دَاوُدَ: ( لِتَجْلِسْ فِي مِرْكَنٍ
فَإِذَا رَأَتْ صُفْرَةً فَوْقَ اَلْمَاءِ فَلْتَغْتَسِلْ لِلظُّهْرِ
وَالْعَصْرِ غُسْلاً وَاحِدًا وَتَغْتَسِلْ لِلْمَغْرِبِ وَالْعِشَاءِ غُسْلاً
وَاحِدًا وَتَغْتَسِلْ لِلْفَجْرِ غُسْلاً وَتَتَوَضَّأْ فِيمَا بَيْنَ ذَلِكَ )
|
|
Hadits No. 151
|
||
|
Hamnah binti Jahsy berkata: Aku pernah mengeluarkan darah
penyakit (istihadlah) yang banyak sekali. Maka aku menghadap Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam untuk meminta fatwanya. Beliau bersabda: Itu
hanya gangguan dari setan. Maka anggaplah enam atau tujuh hari sebagai masa
haidmu kemudian mandilah. Jika engkau telah bersih shalatlah 24 atau 23 hari
berpuasa dan shalatlah karena hal itu cukup bagimu. Kerjakanlah seperti itu
setiap bulan sebagaimana wanita-wanita yang haid. Jika engkau kuat untuk
mengakhirkan shalat dhuhur dan mengawalkan shalat Ashar (maka kerjakanlah)
kemudian engkau mandi ketika suci dan engkau shalat Dhuhur dan Ashar dengan
jamak. Kemudian engkau mengakhirkan shalat maghrib dan mengawalkan shalat
Isya' lalu engkau mandi pada waktu subuh dan shalatlah. Beliau bersabda:
Inilah dua hal yang paling aku sukai. Diriwayatkan oleh Imam Lima kecuali
Nasa'i. Shahih menurut Tirmidzi dan hasan menurut Bukhari.
|
|
َوَعَنْ حَمْنَةَ بِنْتِ
جَحْشٍ قَالَتْ: ( كُنْتُ أُسْتَحَاضُ حَيْضَةً كَبِيرَةً شَدِيدَةً فَأَتَيْتُ
اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم أَسْتَفْتِيهِ فَقَالَ: إِنَّمَا هِيَ رَكْضَةٌ مِنَ
اَلشَّيْطَانِ فَتَحَيَّضِي سِتَّةَ أَيَّامٍ أَوْ سَبْعَةً ثُمَّ اِغْتَسِلِي
فَإِذَا اسْتَنْقَأْتِ فَصَلِّي أَرْبَعَةً وَعِشْرِينَ أَوْ ثَلَاثَةً
وَعِشْرِينَ وَصُومِي وَصَلِّي فَإِنَّ ذَلِكَ يُجْزِئُكَ وَكَذَلِكَ فَافْعَلِي
كَمَا تَحِيضُ اَلنِّسَاءُ فَإِنْ قَوِيتِ عَلَى أَنْ تُؤَخِّرِي اَلظُّهْرَ
وَتُعَجِّلِي اَلْعَصْرَ ثُمَّ تَغْتَسِلِي حِينَ تَطْهُرِينَ وَتُصَلِّينَ
اَلظُّهْرَ وَالْعَصْرِ جَمِيعًا ثُمَّ تُؤَخِّرِينَ اَلْمَغْرِبَ
وَتُعَجِّلِينَ اَلْعِشَاءِ ثُمَّ تَغْتَسِلِينَ وَتَجْمَعِينَ بَيْنَ اَلصَّلَاتَيْنِ
فَافْعَلِي. وَتَغْتَسِلِينَ مَعَ اَلصُّبْحِ وَتُصَلِّينَ. قَالَ: وَهُوَ
أَعْجَبُ اَلْأَمْرَيْنِ إِلَيَّ ) رَوَاهُ
اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَحَسَّنَهُ
اَلْبُخَارِيّ
|
|
Hadits No. 152
|
||
|
Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Ummu Habibah binti Jahsy
mengadukan pada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam tentang darah
(istihadlah. Beliau bersabda: Berhentilah (dari shalat) selama masa haidmu
menghalangimu kemudian mandilah. Kemudian dia mandi untuk setiap kali shalat.
Diriwayatkan oleh Muslim.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; ( أَنَّ أُمَّ حَبِيبَةَ بِنْتَ جَحْشٍ شَكَتْ إِلَى
رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلدَّمَ فَقَالَ: اُمْكُثِي قَدْرَ مَا كَانَتْ
تَحْبِسُكِ حَيْضَتُكِ ثُمَّ اِغْتَسِلِي فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ
كُلَّ صَلَاةٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم
|
|
Hadits No. 153
|
||
|
Dalam suatu riwayat milik Bukhari: Dan berwudlulah setiap kali
shalat. Hadits tersebut juga menurut riwayat Abu Dawud dan lainnya dari jalan
yang lain.
|
|
َوَفِي رِوَايَةٍ
لِلْبُخَارِيِّ: ( وَتَوَضَّئِي لِكُلِّ صَلَاةٍ ) وَهِيَ لِأَبِي دَاوُدَ
وَغَيْرِهِ مِنْ وَجْهٍ آخَرَ.
|
|
Hadits No. 154
|
||
|
Ummu Athiyyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Kami tidak menganggap
apa-apa terhadap cairah keruh dan warna kekuningan setelah suci. Riwayat
Bukhari dan Abu Dawud. Lafadznya milik Abu Dawud.
|
|
َوَعَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كُنَّا لَا نَعُدُّ اَلْكُدْرَةَ
وَالصُّفْرَةَ بَعْدَ اَلطُّهْرِ شَيْئًا ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ
وَأَبُو دَاوُدَ وَاللَّفْظُ لَه
|
|
Hadits No. 155
|
||
|
Dari Anas Radliyallaahu 'anhu bahwa orang yahudi jika ada
seorang perempuan di antara mereka yang haid mereka tidak mengajaknya makan
bersama. Maka Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Kerjakanlah
segala sesuatu kecuali bersetubuh. Diriwayatkan oleh Muslim.
|
|
َوَعَنْ أَنَسٍ رضي الله
عنه ( أَنَّ اَلْيَهُودَ كَانُوا إِذَا حَاضَتْ اَلْمَرْأَةُ لَمْ يُؤَاكِلُوهَا
فَقَالَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم اِصْنَعُوا كُلَّ شَيْءٍ إِلَّا
اَلنِّكَاحَ ) رَوَاهُ مُسْلِم
|
|
Hadits No. 156
|
||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam pernah menyuruh kepadaku mengenakan kain dan aku laksanakan
lalu beliau menyentuhkan badannya kepadaku padahal aku sedang haid. Muttafaq
Alaihi.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم
يَأْمُرُنِي فَأَتَّزِرُ فَيُبَاشِرُنِي وَأَنَا حَائِضٌ ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْه
|
|
Hadits No. 157
|
||
|
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu dari Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa Sallam tentang orang yang mencampuri istrinya ketika dia sedang
haid. Beliau bersabda: Ia harus bersedakan satu atau setengah dinar. Riwayat
Imam Lima. Shahih menurut Hakim dan Ibnul Qaththan dan mauquf menurut yang
lainnya.
|
|
َوَعَنِ اِبْنِ عَبَّاسٍ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم -فِي اَلَّذِي
يَأْتِي اِمْرَأَتَهُ وَهِيَ حَائِضٌ- قَالَ: ( يَتَصَدَّقُ بِدِينَارٍ أَوْ نِصْفِ
دِينَارٍ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ وَابْنُ
اَلْقَطَّانِ وَرَجَّحَ غَيْرَهُمَا وَقْفَه
|
|
Hadits No. 158
|
||
|
Dari Abu Said Al-Khudry bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam bersabda: Bukankah wanita itu jika datang haid tidak boleh shalat dan
berpuasa. Muttafaq Alaihi dalam hadits yang panjang.
|
|
َوَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ
رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَلَيْسَ
إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ؟ )
مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ فِي حَدِيث
|
|
Hadits No. 159
|
||
|
'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Ketika kami telah tiba di
desa Sarif (terletak di antara Mekah dan Madinah) aku datang bulan. Maka Nabi
Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: Lakukanlah apa yang dilakukan oleh
orang haji namun engkau jangan berthawaf di Baitullah sampai engkau suci.
Muttafaq Alaihi dalam hadits yang panjang.
|
|
َوَعَنْ عَائِشَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( لَمَّا جِئْنَا سَرِفَ حِضْتُ فَقَالَ
اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم اِفْعَلِي مَا يَفْعَلُ اَلْحَاجُّ
غَيْرَ أَنْ لَا تَطُوفِي بِالْبَيْتِ حَتَّى تَطْهُرِي ) مُتَّفَقٌ
عَلَيْهِ فِي حَدِيث
|
|
Hadits No. 160
|
||
|
Dari Muadz Ibnu Jabal
Radliyallaahu 'anhu bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam tentang apa yang dihalalkan bagi seorang laki-laki terhadap istrinya
yang sedang haid. Beliau menjawab: Apa yang ada di atas kain. Diriwayatkan
dan dianggap lemah oleh Abu Dawud.
|
|
َوَعَنْ مُعَاذٍ رضي
الله عنه ( أَنَّهُ سَأَلَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم مَا يَحِلُّ
لِلرَّجُلِ مِنِ اِمْرَأَتِهِ وَهِيَ حَائِضٌ؟ قَالَ: مَا فَوْقَ اَلْإِزَارِ ) رَوَاهُ أَبُو
دَاوُدَ وَضَعَّفَه
|
|
Hadits No. 161
|
||
|
Ummu Salamah
Radliyallaahu 'anhu berkata: Wanita-wanita yang sedang nifas pada masa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa Sallam meninggalkan shalat selama 40 hari semenjak darah nifasnya
keluar. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa'i dan lafadznya dari Abu Dawud.
|
|
َوَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ
رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَتِ اَلنُّفَسَاءُ تَقْعُدُ فِي عَهْدِ
رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم بَعْدَ نِفَاسِهَا أَرْبَعِينَ )
رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَاللَّفْظُ لِأَبِي دَاوُد
|
|
Hadits No. 162
|
||
|
Dalam
lafadz lain menurut riwayat Abu Dawud: Dan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa
Sallam tidak menyuruh mereka mengqadla shalat yang mereka tinggalkan saat
nifas. Hadits ini shahih menurut Hakim.
|
|
َوَفِي لَفْظٍ لَهُ (
وَلَمْ يَأْمُرْهَا اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم بِقَضَاءِ صَلَاةِ
اَلنِّفَاسِ ) وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِم
|